Monday, January 30, 2017

Mengurus Kartu Keluarga Baru



Proses mengurus pernikahan secara administrasinya pasti membutuhkan kartu keluarga. Nah, ketika setelah menikah, ada baiknya langsung mengurus kartu keluarga biar nggak keburu sibuk mengurus yang lain...

Kebetulan saya dengan KTP beralamat di Tangerang Selatan sedangkan suami di Jakarta Selatan. Cara pertama yang dilakukan adalah, tentukan dulu siapa yang mau ngikut siapa. Kami berdua putuskan untuk saya pindah ikut suami ke Jakarta Selatan plus alasan karena kepengurusan administrasi di Jakarta sudah rapi, bahkan bisa one day service dan tidak ada pungli.

Begini urutan untuk mengurus kartu keluarga pindah provinsi:
1. Orang yang pindah (dalam hal ini saya), ke ketua RT untuk minta surat pengantar. Kebutuhannya untuk pindah KTP ke alamat ............. (sebutkan alamatnya). Setelah dari RT, minta tanda tangan RW. Berkas yang dibutuhkan: fotokopi KK, fotokopi KTP suami dan istri, fotokopi akta nikah, bisa juga dibawa berkas ijazah.

2. Surat pengantar RT dibawa ke kelurahan. Setelah dari kelurahan, bawa ke kecamatan.

3. Di kecamatan, saya hanya drop berkas-berkasnya saja. Besoknya diminta ambil berkas tersebut baru bawa ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tangerang Selatan (letaknya di Serpong, dekat Sinarmas Academy)

4. Di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, langsung ambil nomor antrian (ada alat otomatis tinggal klik di bagian mana kita mau mengurus, pilih yang mengurus perpindahan ke luar provinsi). Tunggu no antrian dipanggil. Lalu katakan ke petugas keperluannya apa dan masukkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Setelah petugas cek semua berkas apakah sudah lengkap, mereka memberikan formulir yang harus kita isi lengkap. Setelah diisi lengkap, kita kembalikan lagi ke petugas (tidak perlu ambil no antrian lagi) lalu mereka akan kasih resi. Ternyata mereka membutuhkan waktu 10 hari untuk mengeluarkan surat keterangan pindah provinsi. Gunakan resi untuk mengambil surat keterangan pindah.

Image result for dinas kependudukan tangerang selatan


Setelah semua proses ini, surat keterangan pindah sudah didapatkan, selanjutnya adalaaah mengurus ke Jakarta!

Kebetulan suami bertempat tinggal di Jagakarsa. Dan kita mulai lagi urutannya dari awal: surat pengantar RT - RW - ke kelurahan. Nah, enaknya di Jakarta, ternyata cukup sampai kelurahan saja, karena kelurahan yang akan mengurus semuanya. Berkasnya sama dengan yang diatas, ada baiknya sekali fotokopi langsung 5 atau lebih dari itu. Surat pengantar RT juga difotokopi (kalau dari kelurahan Jagakarsa mereka minta dibuat 3 rangkap semua berkasnya)

Proses pembuatan kartu keluarga dan KTP baru sekitar 14 hari kerja (saya masukkan berkas di tanggal 10 Januari, petugas kelurahan Jagakarsa minta saya kembali di tanggal 27 Januari). Tanggal 27 Januari saya datang dan konfirmasi data saya sudah aktif atau belum lalu diberikan resi untuk pengambilan kartu keluarga di keesokan harinya.

Esok harinya, saya ambil kartu keluarga. KTPnya masih proses karena blangkonya masing kosong,

Alhamdulillah, kartu keluarga sudah di tangan :) :) :) :) :) 

Wednesday, January 25, 2017

​​The Reason I Am Not Sharing Pregnancy Update

Saya jarang sekali share (dalam hal ini posting di social media) mengenai kehamilan saya.
Bukan karena saya tidak senang karena kehamilan ini, ya ampun ​
I am beyooooond overjoy, thrilled and grateful!

Lalu kenapa alasannya?

Salah satu alasannya adalah, saya teringat pada beberapa sahabat saya yang sampai saat ini masih berusaha untuk hamil. Mereka adalah pejuang yang jauuuh lebih sabar daripada saya.
Alasan kedua, menurut saya norak kalau terlalu sering share mengenai perkembangan janin atau cerita saya mual, I don't think everyone will be pleased to read my stories, karena kembali lagi ke alasan pertama, banyak orang di luar sana (di luar sahabat saya) yang masih berusaha untuk mendapatkan momongan.

Alhamdulillah, suami saya juga sepakat. Walau terkadang dia juga suka gatel ingin posting.

Tapi untuk di blog ini, akhirnya saya putuskan untuk kembali share, kan tidak sesering kalau share di socmed. Hehehe....

Monday, January 23, 2017

Entrepreneur

Sejak Juli 2016 saya dan suami akhirnya memutuskan jadi pengusaha.
Yah, pengusaha kecil-kecilan sih...

Kami memutuskan untuk berjualan parfum Bel Celebrity (Anggun Grace, Nadine Chandrawinata Sea Gypsy dan Mario Maurer). Parfum Bel Celebrity ini kami jual di marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia dan Shopee.

Berikut linknya:

https://www.bukalapak.com/dnaolstore
https://www.tokopedia.com/dnaolstore
https://www.shopee.co.id/dnaolstore

Image result for bel celebrity parfum
Anggun Grace 100ml

Image result for bel celebrity parfum
Anggun Grace 12ml

Image result for bel celebrity parfum
Mario Maurer 20ml

Image result for bel celebrity parfum
Nadine Chandrawinata - Sea Gypsy 100ml

Monday, January 18, 2016

#KamiTidakTakut

Hashtag itu mulai berkicau hanya sekian menit setelah peristiwa itu terjadi.

Tapi...

Ketika berada di moment itu,
Ketika mendengar semua suara dentuman, ledakan,
Ketika melihat kepanikan di muka orang lain,
Ketika kebingungan karena gedung kantor disterilisasi,
Ketika kelaparan karena tidak menyetok makanan di meja kantor,

Saya yakin kalian pasti akan takut.

Blog ini bukan untuk menakut-nakuti.
Tapi inilah yang terjadi.


Pertama kalinya saya melihat bom yang merusak pos polisi persis depan kantor. Suara ledakannya begitu kencang. Yang sampai sekarang masih bikin shock, adalah, ketika melihat salah satu orang dari kerumunan orang yang melihat peristiwa, jatuh. Saya kira awalnya pingsan. Saya kira bunyi tembakan itu tembakan dari polisi untuk membubarkan kerumunan. Ternyata bukan. Orang itu ditembak dari jarak dekat oleh pelaku. Itu yang membuat saya shock.

Ketika mengalami semua hal itu,

Saya tidak tersenyum melihat meme James Bond lari dengan tulisan "Ke Sarinah"
Saya tidak tersenyum melihat meme "Pelakunya budeg, harusnya ke Suriah malah ke Sarinah"
Saya tidak tersenyum melihat meme polisi ganteng


Kalian mungkin bisa kampanyekan #KamiTidakTakut, tapi tolong hargai kami, korban yang melihat, mendengar, merasakan kejadian dengan tidak membuat meme. It is not funny you know!

Tuesday, January 5, 2016

Enaknya Berhijab

Alhamdulillah, dengan berhijab saya dapat banyak manfaat.

Tiap ke kantor pakai transportasi umum. Dulu preman sekitar jalan menggoda dengan bersiul. Sampai kesal sendiri! Sekarang ketika sudah berhijab, mereka mengucap "Assalamu alaikum". Saya dalam hati, "Wa alaikum salam". Saya jadi berpikir, alhamdulillah ternyata bisa dihargai orang lain.

Lebih nyaman kalau jalan ke tempat umum, nggak usah merasa risih karena pakai rok mini atau ada yang perhatiin lekukan tubuh. Karena semuanya udah pakai baju yang longgar.

Mau tahu lebih banyak manfaatnya? Yuk berhijab :)

Jujur, berhijab itu tidak mudah. Karena:
  • Harus beli baju, hijab dan peralatannya. Dan menurut saya nggak murah juga sih :)
  • Awalnya ribet, karena belum ketemu 'style' hijab atau belum dapat bahan hijab yang enak. Tapi seiring jalannya waktu pasti bisa kok :)
  • Berteman dengan orang yang memberi manfaat, bukan nambah dosa
  • Berhijab = berubah. Maka berubah jugalah sikap menjadi lebih baik



Wednesday, December 16, 2015

Transformasi

Ah, senang banget di posisi ini.
Posisi yang sudah saya tunggu-tunggu dari beberapa tahun yang lalu.
Allah memang baik, Dia memantapkan hati saya dengan memberikan kemantapan melalui hamba-Nya, yaitu melalui pacar saya (sekarang suami saya)

Transformasi ini memang baru saya lakukan setelah saya menikah. Tepatnya di tanggal 30 November. Doakan saya supaya istiqomah ya :)

Perubahan itu pasti. 
Berubah ke yang lebih baik, kenapa tidak?
Saya justru menyesalkan kenapa nggak dari dulu ya... Tapi saya yakin, Allah sudah menggariskan, sudah menakdirkan bahwa nantinya orang yang memantapkan hati saya itu ya suami saya :)

Banyak yang bertanya apa alasannya? Disuruh ya? Seakan-akan kalau disuruh itu hasilnya negatif. Padahal kan nggak juga.

Sekarang saya jelaskan, saya ingin berhijab itu dari dulu banget! Sekitar 4 atau 5 tahun yg lalu, perasaannya muncul. Tapi selalu come & go. Saya sering banget ngeliatin cewek berhijab di KRL! Tapi entah kenapa belum mantap aja tuh. Mungkin karena orang sekitar tidak se-supportive suami saya ya :) Juara banget suami saya itu, bener deh. Sebelum jadi suami, dia tau keinginan saya ingin berhijab. Eh diem-diem dia beliin saya long cardigan, baju-baju panjang, alhamdulillaah... Saya juga makin semangat pas ke Thamcit, liat baju-baju, oh ternyata masih bisa kok pake baju macam-macam dan tetep terlihat stylish.

Kalau teman saya nanya, kok bisa siiihh... Mau dooong dapet ilham kaya kamuu bla bla bla. Jujur, saya nggak pernah memaksa mereka untuk menutup aurat mereka. Saya pun, untuk berada sampai posisi berhijab, itu saya melakukan beberapa langkah lebih dahulu. Contohnya, saya perlahan-lahan pakai baju loose, lengan panjang, trus ya malu sendiri kalo pake celana pendek. Malu sendiri kalo pake baju terbuka. Itu muncul begitu saja. Saya bersyukur Allah masih mau memberikan saya isyarat agar segera berhijab. Alhamdulillah saya bisa merasakan menggunakan hijab di masa hidup saya di dunia. In sya Allah istiqomah :)

Became Mrs.

Kini saya berada di tahap lebih jauh daripada sebelumnya.
Dan ya, saya sedang berada di fase perubahan diri (will post it in my next post!)

Alhamdulillah, sekarang kami sudah menikah. It is official! :)


Perjalanan ini tidak mudah, walau secara waktu, berlangsung cepat. Kami menikah di tgl 21 November. Bulan November ini adalah bukan kita! Kami jadian di bulan November dan menikah di bulan ini juga! Sungguh, kita sama sekali nggak ngatur harus di bulan November, kita cari gedung berdasarkan filter (yang BUANYAK) dari keluarga saya, lalu mencari gedung yang sesuai dan dari segi jarak masih tengah dari rumah kami. It took only a week! Awalnya kami posisi waiting list #1 tapi kami tekan terus pihak gedung bahwa kami sudah siap untuk bayar full, ternyata berbuah manis. Kami langsung dikabari bahwa yang booking membatalkan booking-annya. Alhamdulillaah...

Klise mungkin, tapi bener apa kata orang, kalau rejeki nggak kemana :)

Kami akhirnya memantapkan pilihan di Gedung Wanita Patra Pertamina Simprug. Gedungnya besar, ruang riasnya besar (cocok untuk kami berdua yang sama-sama berasal dari keluarga besar) menurut kami & keluarga, gedung ini ideal, masih nyaman lah kalau tamunya membludak...

Setelah gedung kami dapatkan, kami beranjak ke vendor berikutnya, yaitu Catering. Menurut saya, ini yang paling krusial. Beberapa kali sih kita ke nikahan, dan kita pasti ngomong soal cateringnya. Either itu rasanya enak atau berlimpah atau ga enak atau masa jam segini udah habis, pasti yang dibahas duluan catering kaaaan :)

Dulu kakak saya menggunakan Chikal Catering, tapi saya entah kurang sreg, apalagi pas dapat penawaran, harganya juga beda tipis sama pilihan saya yg kedua, yaitu Puspita Sawargi Catering. Ternyata, charge gedung Patra Pertamina Simprug cukup besar, per porsinya harga buffet minimal 75rb (ini lumayan ngambil cost, karena kalau pesen 400 buffet aja udah berapa puluh juta kaaan.. Ini aja baru catering, belum biaya pelaminan dll)

Setelah test food dan beberapa kali tektokan penawaran paket, akhirnya kami deal dengan Puspita Sawargi. Dealnya waktu di pameran, jadi dapat beberapa bonus. Alhamdulillaaah, pilihan kami tepat! Seluruh keluarga setelah resepsi semuanya memuji makanannya enak-enak semua & service mereka bagus sekali! Saya dan suami merasa benar seperti raja ratu sehari. Simpel sih, mereka ingat untuk memberikan air putih untuk yang mejeng di pelaminan lalu ada 1 petugas yang menghentikan antrian salaman. Which is menurut saya, ini profesional dan di keluarga besar saya, kayanya pilihan cateringnya belum pernah se-inisiatif ini :) Kemudian, setelah acara resepsi pun, saya dan suami sudah disediakan semuaaaa makanan buffet, pondokan di meja (yg duduk hanya boleh kami berdua). Semuanya sudah tersaji, jadi kami tinggal makan aja!


Vendor ketiga, fotografi. Kami menggunakan Kontiki Photography & videonya dari teman suami saya. Keduanya bagus, sangat komunikatif. Tinggal tunggu hasil editannya aja nih! Hehehe...

Untuk sanggar, saya memilih Sanggar Harlina. Mungkin karena malas cari yang lain, jadi samain vendor dengan vendor kakak saya deh :) Untuk baju koleksi Jawa, Sanggar Harlina termasuk lengkap. Marketingnya saya dengan mas Nur, itu juga kooperatif & ramah-ramah juga kok petugas yang lainnya. Riasannya seperti di bawah ini

Midodareni

Rias oleh adiknya bu Anna (banyak banget pujian dari make up ini dibandingkan saat akad-resepsi)
Hasil riasan bu Anna
Saya kurang suka dengan alisnya, menurut saya kurang rapi. Tapi paes dan yg lainnya sih rapii...
Oh ya, kalau dekor saya sekalian sama Puspita Sawargi. Saran aja sih, kalau ingin lebih ekonomis, lebih baik pilih catering yang sudah paket dan vendor rekanan sanggar, band, fotonya bagus di catering itu. Agak nyesel juga kenapa ga satu paket yah, harus milih vendor yang ga rekanan sama Puspita Sawargi. Tapi yasudahlah, udah lewat juga hihihihi yg jelas saya bersyukur acara pernikahan kemarin lancaaaaar dan banyak dapat pujian :)

Untuk wedding band, kami memilih Big Harmonie. Band ini temannya suami saya. Suaranya bagus, orangnya juga ramah-ramah dan menggunakan baju yg appropriate saat resepsi (ini penting banget lho menurut saya. Kalo milih band/organ tunggal yang murah gpp, tapi at least please consider dan info ke bandnya, bajunya jangan terbuka. Karena keluarga saya banyak yg berhijab, terkesan ga sopan kan mau ngedangdut gitu kostumnya...). Saat pernikahan kami sih, ga full band, karena hanya 2 singer dan 1 keyboard tapi ternyata itu pun sudah cukup untuk sebuah wedding! Kenapa? Karena tamu yang hadir sibuk beramah tamah dengan yg lainnya, jadiiii kalo band yg terlalu 'kenceng' malah mereka jadinya teriak-teriakan. Ini juga jadi pertimbangan kami kenapa hanya 1 single keyboard dan 2 singer aja... (selain karena harganya lebih murah)